Thursday, 7 January 2010

Penelitianku 3

Aku suka mendengarkan musik. Apalagi yang mellow-mellow gitu. Apalagi yang liriknya benar-benar pas sama kejadian atau kenangan gitu. Bisa kuputar berulang-ulang tuh lagu. Duh dewasanya aku ni, hiks:)

Dulu aku juga suka maen gitar. Bukan hanya maen lagu orang, bahkan menciptakan laguku sendiri. Walau orang-orang pada histeris mendengar laguku, tapi aku pencipta lirik lagu lho [duh, ga punya malunya]. Anehnya, setiap kali kumemetik gitar, lagunya sedih-sedih semua. Setiap lirik yang kuciptakan. Sedih-sedih semua.

Teman, kusedang berinvestasi pada masa depanku dengan : Kesedihan:(
  • Pernah dengar lagu 'Jatuh Bangun' yang hobby dinyanyikan oleh Kristina?
  • Pernah dengar lagu 'Aku Cinta Kau dan Dia' -nya Dhani Dewa?
  • Pernah dengar lagu 'Gelas-Gelas Kaca' -nya Nia Daniati [yang mempopulerkan]?
  • Pernah dengar lagu 'Tegar' -nya Rossa [yang mempopulerkan]?
Kau tebak sendiri bagaimana 'cerita sinetron' kehidupan nyatanya setelah mempopulerkan lagu-lagu itu? Hiks:(

Dan hal ini juga terjadi berulang denganku. Setiap ada lagu yang memang pernah asyik kuputar berulang-ulang. Terjadi 'kisah nyatanya' dalam beberapa waktu kemudian.

Sebenarnya musik tersebut mencetak alam bawah sadar kita. Jadi kita mengundang alam semesta mewujudkan 'impian' alam bawah sadar kita salah satunya dengan lagu-lagu yang kita dengar. Mungkin karena itu pula kemudian muncul musik-musik untuk afirmasi dipasaran. Seperti untuk Love Attraction, Prosperity Attraction, Genius, dan lain-lain. Contoh webnya seperti : http://www.innertalk.com/

Suatu hari aku di 'copy paste' kan musik untuk Love Attraction oleh Hendra Thiemailattu. Setelah dia melakukannya, dia merasa ada beberapa perubahan baik dalam hidupnya. Aku pun mencobaanya. Namun, kami melakukan dengan cara yang berbeda. Dia mendengar musiknya sambil tiduran [mengikuti sesuai dengan instrukturnya], sedang aku melakukannnya sambil beraktifitas mengerjakan website atau lain sebagainya didepan laptop. Kupikir-pikir, yang sedang 'dikerjain' kan alam bawah sadarnya, ya biar alam sadarnya dibuat beraktifitas sementara alam bawah sadarnya 'dikerjain'. Kalo tiduran resikonya tidur. Malah ilang.

Entah terjadi perubahan ato ga dalam hidupku, yang jelas memang tiba-tiba aku jadi lebih dekat dengan seseorang. Kalo Hendra berorang-orang. Aku cukup satu saja, hehehe. Ada kejadian yang benar ga sengaja. Paa suatu malam di sebuah hotel di Tanjung Pinang, aku seperti biasa insomnia. Setelah menghabiskan beberapa waktu internetan di restonya, kunaik ke kamar dengan harapan bisa tidur. Gagal total. Jadi kuhidupkan lagi komputernya, dan mulai mendengarkan love attraction milik Hendra. Dan karena ga tau harus ngapain, aku mulai beraktifitas dengan menulis keinginan-keinginan percintaanku. Seperti :
  • Aku bangga aku pecinta yang baik
  • Aku bangga dia dekat denganku
  • Aku bangga pecinta yang baik
  • Aku bangga diinginkan oleh dia
  • dst
Tanpa kusadari, aktifitas yang 'simetris' antara alam bawah sadar dan alam sadar ini membuahkan hasil yang 'jauh lebih cepat' dari pada yang kuharapkan. Entah ini berhubungan atau tidak, tapi setidaknya : "It Work!"

Wednesday, 6 January 2010

Penelitianku 2

Iseng-iseng kubaca lagi sajak-sajak lamaku. Awalnya karena ga sengaja nemu 'penggemar' baru sajak-sajakku di FB. Panggilannya si Oneng, 'kegirangan' banyak nemu kalimat-kalimatku yang lagi sesuai dengan moodnya : mood patah hati, hiks [turut berduka:(].

Sajak-sajak itu terkumpul semenjak 2002. Kebanyakan bercerita tentang 'kegagalan urusan percintaan'. Kuhayati, tulis ulang, dan 'kenang selalu'. Dari sini kusadari, ternyata banyak dari sajak-sajak hayalan tersebut 'menjadi nyata' pada beberapa periode berikutnya! Eng ing eng... deng deng deng..., hiks!

Berikut ini adalah beberapa contoh sajak-sajak itu. Sebenarnya rada malas 'copy paste' lagi ke media baru. Karena resikonya adalah 'bakal berulang' kejadian ini. Tapi ada 2 alasan :
  1. Aku sudah punya penangkalnya, yang moga-moga tokcer!
  2. Demi pengetahuan yang harus dibagi, membuat dunia menjadi lebih baik, hehehe:)
Inilah beberapa contoh sajak-sajak lamaku dan kejadian yang 'mengikutinya' :

Orang patah hati itu seperti pergi ke 10.000 medan pertempuran, dan kalah...

Sajak simpel diatas benar-benar terjadi untuk beberapa hubunganku berikutnya yang rata-rata diperjuangkan sampai habis-habisan, mentok, ga nanggung-nanggung, endingnya : cut loss!! [emang trading forex?]. Kalimat "10.000 medan pertempuran" itu jawaban kenapa seluruh hubungan cinta kami [aku] harus mati-matian diperjuangkan, walaupun harus berurusan dengan 'orang-orang yang ga penting kelakuan dan itikad baiknya'.

-------

a. Merindukanmu seperti langit
Bintang-bintang
Sepi hingga ke tepi
Memapahmu mimpi
Dalam kerut
Tak ada jawaban

b. Semestinya singgah kamu disini
Sebentar
Lihat aku!
Lihat waktuku,
Beribu
Tak tersisa bidadari
Semestinya merindukanmu seperti ibadah!
Seumur hidup

Sajak simpel diatas juga sering terjadi. Tiba-tiba sepanjang waktu jadi kangen 'membabi buta'. Kadang berbulan-bulan. Padahal secara kondisi dan status kami sudah 'ga penting lagi', maksudnya sudah ga mungkin bersatu lagi. Walau kini, kelakuan ini 'sudah sembuh', dengan terapi yang kulakukan, ya, hal seperti ini pernah sering terjadi.

-------

JUDUL : Semasa Cemburu Belajar Bicara (2002)

Fen,
Aku nggak mau dinomorduakan

Sajak berjudul diatas [aku jarang buat sajak berjudul], walau artisnya berganti-ganti dan aktornya tetap sama [aku], ceritanya beberapa kali sama. Jadi nomor dua. Kadang berhasil jadi nomor satu, kadang 'ngelaba' saja, wakakakak:(

-------

Tin,
Akan kupeluk seribu perempuan
Jika dibutuhkan
Tuk melupakanmu

Perempuan itu indah sejak pertama aku melihatnya, dan kutahu dia sudah ga sendiri. Angkatan 1998 Akuntansi Ubaya. Karena sudah berpasangan aku diam, walau pandangan matanya 'berbicara lebih'. Kupikir dalam 2 minggu kubisa melupakannya. Ternyata dalam 2 tahun pun kumasih banyak berharap.

Ga tahan. Rada kalap sedikit. Kusampaikan perasaanku dalam 2 tahun kemudian itu. Setelah itu aku coba belajar melupakannya dengan berinteraksi dengan banyak perempuan lain [rada iblis memang]. Penyesalan terbesarku adalah ga berani ngomong dari awal, toh dia berhak tau, siapa tau aku better than him. Karena cinta juga bukan perihal siapa cepat siapa dapat [selama belum terikat pernikahan], ya to?

Akhirnya kebiasaan ini berulang [memang iblis memang, duh!]

-------

Kerinduan itu seperti angin Tin
Berlarian kesana-kemari
Mencari-cari
Bahkan untuk sekian waktu
Seakan-akan telah melupakanmu
Pada kenyataannya aku masih mencari-cari

Kadang berlagak cuek perihal 'mantan', tapi kalo ada rekan bicarakan perihal dia, pasang kuping tajam-tajam, hehehe. Ternyata aku juga sindir kalian semua kan? Wakakak.

-------

JUDUL : … Terusik Setiap Kau Sebut Namanya…

Berukir namamu lentera pagi
Meniadakan asa
Senyummu setiap kau sebut namanya
Aroma nafas tubuhmu yang kau persembahkan untuknya
Ceriamu
Suatu hal yang tak pernah sanggup aku berikan…
Dan nikmati…

Inilah nasib jadi orang nomor dua. Hanya mendengar. Bukan turut merasa. Berlagak tersenyum dan ingin tahu. Namun..., hehehe.

-------

JUDUL : Skenario Selingkuh

”Kurang ajar! Kamu menciumiku, aku kan sudah bersuami?!!”
”Lha kok kau balas ciumanku itu?!!”

Walau yang kucumbu pada saat itu bukan istri dari seseorang, melainkan pacar dari seseorang, ini benar-benar terjadi. Kami bercumbu didepan foto kekasihnya. Dikamarnya. Setelah berpeluk lama. Aku pertama meminta dan memulai. Kedua aku lagi. Ketiga dia yang berinisiatif. Dan... lama.

Sepulang aku dari Batam dan Tanjung Pinang kemaren [Desember 2009]. Karena SMS nya dia katakan 'kangen', jadi kupulang demi dia. Namun karena kemalaman aku pinta untuk menunda pertemuan kami. Dia rada memaksa untuk bertemu malam itu juga. Dapat tawaran menginap pula oleh Uminya. Pagi-pagi nan ceria kami melakukannya. Pas sang Umi berangkat mengajar. Kejadian ini mungkin juga 'terbantu' dari afirmasi musik 'Love Attraction' yang kulakukan semalam sebelumnya di Hotel di Tanjung Pinang karena insomnia. Mau tahu apa yang kulakukan? Disini.

-------

Setelah Melihat Senyumanmu Hari Itu
Aku Baru Sadar
Betapa Beruntungnya Laki-Laki Itu

Kita sering mengalaminya kan?

-------

JUDUL : Siapa Yang Bisa Memastikan Hati Seorang Kekasih…?

Pilih mana?
Dia cium kamu,
Dengan membayangkan wanita/pria lain?
Atau dia cium wanita/pria lain,
Dengan membayangkanmu?

Baru-barusan ini aku dekat dengan seseorang yang menganggapku 'kakak' [ngakunya], tapi kami berpegangan tangan, cipika cipiki, hot kiss, ya begitu-begitulah yang jelas-jelas tidak ia lakukan dengan kakak kandungnya. Kejadian kan? Ini sajak kisaran 5 tahun yang lalu kubuat.

Iya-iya. Orangnya sama dengan kejadian yang diatas. Ups!

-------

Orang jangan dibenci karena hal-hal yang ia sendiri nggak berkuasa dalam hidupnya
Njalaninya dia sendiri sudah susah
Apalagi dibenci karena itu

Akhirnya aku bertemu dengan orang yang 'senasib' dengan sajak diatas. Umi angkatku sendiri. Mantan calon mertuaku. Banyak orang membenci karena masa lalunya [mungkin karena masa kininya juga]. Padahal mereka semua hanya penonton yang bahkan tidak turut membantu apa-apa. Dan semua sangkaan mereka juga salah!

Umi begitu berat menjalani hidupnya, ditambahi dengan beban sangkaan orang yang jelas-jelas ga jelas itu. Bah! Aku cuma tinggal nunggu kesempatan buat nyumpal semua mulut mereka itu!

-------

JUDUL : Unfinished Song

If you know I could fly to the deepest of ocean
If you know I could feel love, stronger, every day
If I am just be with you

Sebenarnya tulisan diatas bukan sekedar sajak, namun juga [bagian dari] lirik lagu, lagu yang kugubah dari 5 tahun yang lalu dan hingga kini belum selesai. Ketambahan pula aku ga mau buat nada atau lagu sedih lagi. ya biarlah begitu.

Ya ini lagu 'pengemis cinta' mungkin, wakakakak

-------

Terobsesi

Dulu pernah...

-------

Aku cinta yang membelenggu
Resah dan perih
Hingga kau bisa terbang tinggi
Tanpa resah dan perih

Kejadiannya cukup menyakitkan. Jadi aku satukan orang yang kucinta dengan kekasihnya. 'Kupotong jantungku sendiri untuk kuhidangkan buat mereka berdua'. Kuajari sang wanita agar bisa pergi menginap malam tahun baruan dengan kekasihnya. Walau aku perih [makanya jangan jadi sok pahlawan kesiangan!].

Pada hubunganku yang lalu juga pernah begitu. Mantanku tinggal di Jember, saling jatuh cinta dengan lelaki Surabaya yang tinggal di Jakarta. Suatu ketika, sang lelaki memberi dia uang Rp 300.000,- buat naik kereta Jember-Jakarta biar mereka bisa bertemu. Dan yang perempuan mau [Edan kan cinta??!!]. Ya akhirnya kubilang : "Kamu datang saja Surabaya, tak susul di Stasiun KA, tak belikan kamu tiket pesawat". Daripaada kenapa-kenapa tu mantanku babak belur kecapekan sepanjang jalan.

Akhirnya pada hari H kulakukan itu. Anehnya, cublak bangsat itu ga tau terima kasih malah cemburu plus pake ngamuk-ngamuk. Edan to? [Eh, aku kok jadi emosi ya? Wakakak]. Aku masih ingat kata-katanya :

"Mas, sampeyan jangan ganggu lagi B****"

"Lho saya ini support kok Mas, lha sampai kubelikan tiket pesawat biar bisa menemui sampeyan, karena aku dan B**** sudah seperti saudara"

"Berarti sampeyan itu tidak ikhlas dengan hubungan kami??!!"

"Lho, ikhlas ga ikhlas kan urusan pribadi saya sama Gusti Allah to Mas? Bukan sama sampeyan" kataku sambil senyum-senyum, karena memang pas lagi puasa saat itu.

"Jangan bawa-bawa nama Tuhan!!!" Tiba-tiba dia 'meledak'.

Seingatku pas itu aku lagi di Gresik, dan aku lagi ngurus debt collectorku yang rada murem mukanya gara-gara aku ga bayar utang - hehehe, tak pake buat beli tiket pesawat mantanku itu, hehehe.

-------

Jauh aku darimu
Lebih jauh lagi hatimu tentangku

Sering nih...

-------

Semasa puisi belajar bicara
Mengumpulkan kata-kata
Untuk diterjemahkan
Aku tak mau berpihak pada resah ini
Tapi ia tak mau diam
Mencandai
Walau luka-lukanya sudah tak ku anggap sebagai canda lagi
Jadi bagaimana kerinduan?
Semua tanyaku?
Sedang apa dia disana?
Apa dia merasa
Bahwa langit ini mendung tanpanya
Bahwa duka ini kan terus mengalir
Jadi lambat
Aku tak mau menyerah atas hidupku
Tapi apa dia bahagia?

Kadang ragu juga memperjuangkan seseorang, sama dia nya kok hidup keluarganya ancur-ancuran gitu, tapi sama aku dia tidak cinta, cuma nafsu... [becanda, hehehe]

-------

Jika telah datang lagi cinta
Bolehkah kubertanya (Tuhan)?
Sebatas apa bisa kurasakan?
Basuh luka,
atau tambah memporak-sporandakannya?

Ketika hampir putus asa, hihihihi

-------

Maksud 'baik'ku adalah [yang hampir ga punya malu buka aib sendiri, wakakak] :
  1. Hati-hati dengan yang kau tulis.
  2. Sebenarnya aku enggan menulis ulang [copy paste] sajak-sajak ini, resikonya berulang, tapi aku dah nemu 'penangkalnya' kok, moga-moga mujarab!!
  3. Tapi alasan utama aku tetap tulis, untuk memberi contoh yang pas. Walau ga semua kumasukkan. Demi 'ilmu pengetahuan', hehehe, weks! Belagu mentok.

Aku Ni

  1. Sekarang saya selalu mempunyai uang yang saya mau dan inginkan. Dan saya mengelola serta membelanjakannya dengan bijak dan cerdas :)
  2. Cinta menaungi dan kerumuniku :)

Tuesday, 5 January 2010

Penelitianku 1

Kisaran awal bulan 10 2009 aku sempat ke Bandung. Setelah sebelumnya ke Jakarta bersama Pak Agus Maksum dan Hendra Thiemailattu - duo partnerku. Di Bandung bertemu dengan Pak Toto, seorang pengobat alternatif dan pensiunan Telkom. Beliau adalah pengelola dan pemilik Toga Puri, yang terletak di Cilembu Bandung.

Sepulang dari Cilembu, kusempatkan menginap di Aston - Braga, apartement yang semalam seharga 1,4 juta kutebus hanya dengan 500 ribu rupiah karena ada teman SMP yang kebetulan pegawai disana. Keren.

Singkat cerita aku bertemu seseorang disana [kita beri nama dia1]. Seseorang kawan lama yang kebetulan sakit selama 4 tahun. Berhubung pekerjaanku sebagai 'tukang obat' Tahitian Noni, maka dia berkonsultasi denganku perihal penyakitnya.

Singkat cerita aku (mungkin dia1 juga) memiliki perasaan lebih - kisah kami disini 1 - dan kutahu memang aku salah mengijinkan perasaan ini menjadi lebih. Kejadian pada kisah diatas membuatku menulis pada FaceBook pribadiku sebuah sajak :

"Non, aku punya ribuan musim yang menjaga dan indahkanmu, namun kamu ketiduran di basement!"

Sajak diatas 'hanya' untuk mengekspresikan perasaan begitu menyesalnya aku, bahwa dia1 'tak merasakan apa-apa'' dari semua yang diperjuangkan untuk dia. Aku tahu dia1 membacanya, namun aku tahu juga aku telah menyakitinya begitu dalam, sehingga rasanya semua tak mungkin lagi. Tapi bukan itu yang ingin kubahas disini.

Jangka waktu beberapa bulan kemudian, ketika berhasil 'melupakan' dia1 aku bertemu seseorang lain. Kita beri nama dia2. Masih muda, 18 tahun, dia menganggapku kakak, walau kami 'bertindak lebih' - kisah kami ada disini 2 -. Aku adalah orang yang kemudian menjadi rujukan setiap masalah yang terjadi dalam hidupnya. Hingga dia berani bilang sayang dan kangen walau dia2 sudah ga sendiri pula.

Singkat cerita aku meminta lebih, aku ingin menjadi kekasihnya. Dia ga sanggup, karena hanya menganggapku sebagai 'kakak' [kakak yang pernah dia cumbu pula!]. Setelah semua yang kuanggap lakukan jauh lebih banyak untuk hidup dan keluarganya, namun dia2 seakan 'tak merasakan apa-apa', maka secara ga sengaja kubuat sajak yang sama :

"Non, aku punya ribuan musim yang menjaga dan indahkanmu, namun kamu ketiduran di basement!"

Sajak yang sama bisa aku pasang disini. Walau 2 wanita yang berbeda : dia1 dan dia2. Perihal kekecewaanku atas :
  • Semua yang kulakukan tak berarti banyak untuk dia mengambil keputusan dalam hidupnya.
  • Bahwa mereka tertidur pulas dalam 'ruangan' mereka tanpa berani memandang lebih jauh.
  • Mereka seperti kura-kura hidup dalam aquarium ditengah ruangan, seakan-akan mengetahui semua diluar aquarium, padahal ga sanggup kemana-mana.
Tenang, disini bukan membahas 3 point [yang menunjukkan ketidakdewasaanku, hehehe] diatas. Tapi, dari beberapa materi diskusi, bacaan, dan lain sebagainya termasuk 2 kejadian diatas serta beberapa kejadian lain - pada materi penelitian-penelitian selanjutnya, kuberani menyimpulkan :
  1. Hati-hati dengan apa yang kamu tulis, kemungkinan besar akan menjadi nyata dan berulang, terutama pada saat kau menulisnya perasaanmu sedang berada dipuncak-puncaknya!
  2. Lebih hati-hati lagi dengan apa yang kaamu tulis jika kemudian dibaca oleh orang banyak, secara ga sadar mungkin mereka 'mengamini' yang kau tulis.
  3. Tulisan bisa menjadi DOA bagi yang menulis.
Kemudian kucoba baca lagi sajak-sajak lamaku yang mulai kutulis tahun 2002. Dan ternyata memang benar, banyak kisah didalamnya yang menuliskan sejarah kisah masa depanku [terhitung dari waktu penulisannya] - ini kisah dan beberapa contohnya -.

Monday, 4 January 2010

Menulis Sejarah Masa Depanku

Baik.
Bahagia.
Dewasa.
Bijak.
Bersama dengan pasangan impian yang kupilih dan dia pun bahagia.
Makmur.
Penuh kebersyukuran.
Tulus.
Berani.
Jujur.
Sehat.
Vitalitas.
Harmonis.
Keliling dunia.